SMK Angkasa 1 Kalijati Perkenalkan Tiga Program Unggulan: Membangun Karakter dan Potensi Siswa

Trisanti

5/3/20261 min read

SMK Angkasa 1 Kalijati kembali meluncurkan terobosan melalui tiga program unggulan yang disosialisasikan kepada wali murid kelas X tahun ajaran 2024/2025. Ketiga program tersebut adalah Angkasa Mengaji, Angkasa Samapta, dan Duta Angkasa. Program-program ini bertujuan membentuk siswa tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga sehat secara jasmani, religius, dan percaya diri dalam berkomunikasi.

Angkasa Mengaji
Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan membaca Al-Qur’an. Bagi siswa yang belum bisa mengaji, sekolah akan memberikan pendampingan hingga mampu. Sedangkan bagi siswa yang sudah bisa, akan diberikan program lanjutan untuk meningkatkan kualitas bacaan mereka. Tujuannya adalah membentuk karakter religius dan memperkuat akhlak mulia para siswa.

Angkasa Samapta
Melalui kegiatan olahraga rutin dan pembinaan fisik, Angkasa Samapta hadir sebagai upaya menanamkan gaya hidup sehat sejak dini. Program ini mendorong siswa untuk aktif bergerak, menjaga kebugaran tubuh, dan menjauhi kebiasaan negatif seperti penggunaan gadget berlebihan.

Duta Angkasa
Program ini membuka ruang bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang komunikasi. Duta Angkasa akan menjadi representasi siswa dalam berbagai kegiatan, sekaligus mendapatkan pembinaan public speaking untuk meningkatkan kepercayaan diri serta membentuk citra positif sekolah di masyarakat.

Ketiga program ini menjadi langkah konkret sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang antara penguasaan ilmu, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. Sosialisasi ini juga menjadi ajakan bagi orang tua untuk terlibat aktif mendukung program-program sekolah demi masa depan putra-putri mereka.

Sebagaimana disampaikan oleh Pak Dadang, salah satu orang tua siswa, “Kegiatan ini juga sebagai cambuk untuk kita sebagai orang tua. Jangan sampai kita menyuruh anak untuk melaksanakan shalat dan mengaji, sedangkan kita sendiri tidak melaksanakannya, malah sibuk dengan kegiatan lain, bermain hape dan sebagainya. Maka dari itu mari menjadi keteladanan bagi anak kita di rumah.”

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga perlu dukungan dan keteladanan dari lingkungan keluarga.